Energi Matahari untuk Teknologi Masa Depan

Posted: Agustus 31, 2012 in Uncategorized

Teknologi masa depan membutuhkan energi yang ramah lingkungan. Salah satu energi yang dapat digunakan adalah energi matahari. Sebagai negara tropis dan dilalui garis khatulistiwa, Indonesia merupakan salah satu negara yang selalu mendapatkan paparan sinar matahari sepanjang tahunnya. Energi matahari tersebut sebenarnnya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan. Beberapa orang dan perusahaan mulai mengembangkan teknologi matahari ini di berbagai belahan dunia.

Energi matahari dapat diubah menjadi energi listrik. Para ilmuwan sebenarnya sudah menemukan alat untuk merubahnya, yaitu sel surya. Beberapa negara dan daerah di pedalaman Indonesia sudah menggunakan energi ini untuk kebutuhan listrik rumah tangganya. Sayangnya, harga sel surya masih lumayan mahal walaupun bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa perlu membayar iuran perbulan seperti yang dilakukan sekarang melalui PLN.

Pemanfaatan energi matahari mula-mula dilakukan oleh A.C. Becquerel tahun 1839. Ia menggunakan kristal silicon untuk merubah radiasi matahari. Namun setelah itu, penemuan initidak banyak dikembangkan. Baru tahun 1958, pemanfaatan energi surya tersebut mulai dilirik, dan tenaga matahari dapat dimanfaatkan untuk teknologi masa depan sebagai sumber daya bagi satelit luar angkasa.

Selain memanfaatkan tenaga surya menjadi tenaga listrik, ada juga yang membuat kompor tenaga surya. Bahan bakar yang biasa digunakan untuk memasak sekarang ini adalah gas, dan sebelumnya adalah minyak tanah. Kompor tenaga surya merupakan alternatif cara memasak yang lebih ramah lingkungan dan aman karena meminimalkan resiko kebakaran.

Kekurangan dari kompor tenaga matahari ini memang karena membutuhkan sinar matahari langsung. Hal tersebut tentu menyulitkan pengguna yang ingin memanfaatkan pada waktu tidak ada sinar matahari.

Tenaga matahari sebenarnya telah dimanfaatkan sejak lama untuk kegiatan sehari-hari, baik oleh hewan, tumbuhan, ataupun manusia. Tumbuhan contohnya, mereka memanfaatkan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis. Hewan juga membutuhkan sinar matahari untuk melihat dan menghangatkan tubuh. Manusia memanfaatkan sinar matahari untuk menjemur pakaian, penerangan, dan sekarang untuk menghasilkan energi.

Energi matahari dapat kita nikmati sebebas-bebasnya dengan gratis, berbeda dengan sumber daya fosil yang berupa minyak tanah dan batu bara. Lama-kelamaan bahan bakar tersebut akan habis karena berasal dari fosil yang tertimbun jutaan tahun yang lalu. Bahan bakar minyak juga menimbulkan polusi udara. Hal tersebut dapat mengganggu kesehatan manusia juga. Selain itu, polusi udara juga lama kelamaan akan mengganggu  keadaan bumi secara keseluruhan, misalnya rusaknya ozon dan perubahan iklim.

Teknologi masa depan membutuhkan bahan bakar yang tidak hanya ramah lingkungan, namun juga efektif dan efisien. Saat ini, terus dilakukan penelitian tentang pengembangan tenaga sel surya yang efektif dan efisien. Matahari diciptakan untuk menerangi bumi, sudah saatnya kita mengambil manfaat lain yang lebih bermanfaat untuk bumi yang kita diami ini.

Menggunakan energi matahari untuk tekonogi masa depan adalah hal yang tepat. Matahari adalah bahan bakar gratis yang bisa dinikmati oleh semua orang jika mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s